Blogroll

Kamis, 04 Oktober 2012

Keutamaan Tawadhu








Tidaklah sifat yang terpuji melainkan menyimpan keutamaan. Ini adalah sebagai pendorong bagi kita agar segera berhias dengan sifat tersebut. Di antara keutamaan sifat tawadhu' adalah;
1.    Menjalankan perintah Alloh عزّوجلّ
Alloh عزّوجلّ berfirman:
 وَاخْفِضْ جَنَاحَكَ لِمَنِ اتَّبَعَكَ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ
"Dan rendahkanlah dirimu terhadap orang-orang yang mengikutimu, yaitu orang-orang yang beriman. (QS. asy-Syu'aro [26]: 215)
Syaikh Ibnu Utsaimin رحمه الله berkata: "Maksudnya adalah tawadhu', karena orang yang sombong melihat dirinya bagaikan burung yang terbang di angkasa, maka Alloh عزّوجلّ memerintahkan untuk merendahkan sayapnya dan merendahkan diri terhadap orang-orang beriman yang mengikati Nabi صلي الله عليه وسلم.'" [1]
2.    Alloh عزّوجلّ  membenci orang yang sombong
Alloh سبحانه و تعالي berfirman:
 وَلَا تُصَعِّرْ خَدَّكَ لِلنَّاسِ وَلَا تَمْشِ فِي الْأَرْضِ مَرَحاً إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ كُلَّ مُخْتَالٍ فَخُورٍ
"Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Alloh tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri." (QS. Luqman [31]: 18)
Sahabat mulia Ibnu Abbas رضي الله عنهما berkata: "Yaitu janganlah kamu sombong, sehingga membawa kalian merendahkan hamba Alloh dan berpaling dari mereka jika mereka berbicara kepadamu." [2]
3.    Perangai hamba yang terpuji
Alloh عزّوجلّ berfirman:
وَعِبَادُ الرَّحْمَنِ الَّذِينَ يَمْشُونَ عَلَى الْأَرْضِ هَوْناً وَإِذَا خَاطَبَهُمُ الْجَاهِلُونَ قَالُوا سَلَاماً
"Dan hamba-hamba Alloh yang Maha Penyayang itu (ialah) orang-orang yang berjalan di atas bumi dengan rendah hati dan apabila orang-orang jahil menyapa mereka, mereka mengucapkan kata-kata (yang mengandung) keselamatan." (QS. al-Furqon [25]: 63)
Imam Ibnul Qoyyim رحمه الله mengatakan: "Firman Alloh عزّوجلّ berjalan di atas bumi dengan rendah hati yaitu mereka berjalan dengan tenang, penuh dengan ketawadhu'an, tidak congkak dan sombong." [3]
4.    Jalan menuju surga
Alloh سبحانه و تعالي berfirman:
تِلْكَ الدَّارُ الْآخِرَةُ نَجْعَلُهَا لِلَّذِينَ لَا يُرِيدُونَ عُلُوّاً فِي الْأَرْضِ وَلَا فَسَاداً وَالْعَاقِبَةُ لِلْمُتَّقِينَ
"Negeri akhirat[4] itu, Kami jadikan untuk orang-orang yang tidak ingin menyombongkan diri dan berbuat kerusakan di (muka) bumi. dan kesudahan (yang baik) itu[5] adalah bagi orang-orang yang bertakwa." (QS. al-Qoshos [28]: 83)
5.    Mengangkat derajat seorang hamba
Selayaknya bagi setiap muslim untuk berhias diri dengan sifat tawadhu' karena dengan tawadhu' tersebut Alloh if. akan meninggikan derajatnya. Rosululloh صلي الله عليه وسلم bersabda;
وَمَا تَوَاضَعَ أَحَدٌ لِلَّهِ إِلَّا رَفَعَهُ اللَّهُ
Tidaklah seseorang tawadhu' karena Alloh kecuali Alloh عزّوجلّ mengangkat derajatnya." (HR. Muslim: 2588)
Imam an-Nawawi رحمه الله berkata: "Hadits ini mempunyai dua makna:
Pertama: Alloh سبحانه و تعالي akan meninggikan derajatnya di dunia, dan mengokohkan sifat tawadhu'nya dalam hati hingga Alloh عزّوجلّ mengangkat derajatnya di mata manusia.
Kedua: Pahala di akhirat, yakni Alloh عزّوجلّ akan mengangkat derajatnya di akhirat disebabkan tawadhu'nya di dunia.[6]
6.    Mendatangkan rasa cinta, persaudaraan dan menghilangkan kebencian
Rosululloh صلي الله عليه وسلم bersabda:
وَإِنَّ اللَّهَ أَوْحَى إِلَيَّ أَنْ تَوَاضَعُوا حَتَّى لَا يَفْخَرَ أَحَدٌ عَلَى أَحَدٍ وَلَا يَبْغِ أَحَدٌ عَلَى أَحَدٍ
"Sesungguhnya Alloh عزّوجلّ mewahyukan kepadaku agar kalian tawadhu', hingga tidak ada seorang pun yang membanggakan dirinya atas orang lain dan tidak ada lagi orang yang menyakiti atas orang lain." (HR. Muslim: 2865)

1.  Syarah Riyadhus Sholihin 3/515
2.  Fathul Qodir 4/301, Syaukani
3.  Madarijus Salikin 2/375, Ibnul Qoyyim, Tahqiq: Amir Ali Yasin
4.  Yang dimaksud kampung akhirat di sini ialah kebahagiaan dan kenikmatan di akhirat
5.  Maksudnya: surga
6.  Syarah Shohih Muslim 16/143

Disadur dr, ibnumadjah.wordpress.com

Rabu, 08 Agustus 2012

Adab-Adab Bermajelis


Majelis adalah hal sering kita jumpai dalam kehidupan kita, apatah lagi jika kita adalah seorang da'i dan aktivis dakwah. Namun, masih banyak diantara kita yang masih sering luput dari beradab dalam menghadiri sebuah majelis. Berikut ini adalah adab-adab dalam bermajelis:
1. Mengucapkan salam kepada ahli majelis jika ia hendak masuk dan duduk pada majelis
tersebut, hendaknya ia mengikuti majelis tersebut hingga selesai. Jika ia hendak
meninggalkan majelis tersebut, ia harus meminta izin kepada ahli majelis lalu mengucapkan
salam.
2. Tidak menyuruh seseorang berdiri, pindah atau bergeser agar ia menempati tempat
duduknya, dan selayaknya bagi ahli majelis yang telah duduk dalam majelis
merenggangkan tempat duduknya, agar seseorang yang mendatangi majelis tadi
mendapatkan tempat duduk. Hal ini sebagaimana dalam hadits Rasulullah :
لا يقيمن أحدكم رجلا من مجلسه ثم يجلس فيه, ولكن تو  سغوا او تف  سحوا
“Janganlah kalian menyuruh temannya bangkit dari tempat duduknya, akan tetapi
hendaklah kamu memperluasnya.” (Muttafaq ‘alaihi).
3. Tidak memisahkan dua orang yang sedang duduk agar ia dapat duduk di tengahtengahnya,
kecuali dengan seizinnya, sebagaimana dalam hadits Rasulullah :
لا يح ّ ل لرجل أن يفرق بين إثنين إلا بإذا
“Tidak halal bagi seorang laki-laki duduk di antara dua orang dengan memisahkan mereka
kecuali dengan izinnya.” (HR Abu Daw ud dan Turmudzi, hadits Hasan)
4. Apabila seseorang bangkit dari tempat duduknya meninggalkan majelis kemudian kembali
lagi, maka ia lebih berhak duduk di tempat yang ditinggalkannya tadi. Sebagaimana dalam
sabda Nabi :
إذا قام احدكم من مجلس ثم رجع إليه فهو أح  ق به
“Apabila seseorang bangkit dari duduknya lalu ia kembali, maka ia lebih berhaq duduk di
tempatnya tadi.” (HR Abu Daw ud dan Turmudzi, hadits Hasan)
5. Tidak duduk di tengah-tengah halaqoh/majelis, dalilnya :
“Rasulullah melaknat orang yang duduk di tengah-tengah halaqoh.” (Abu Daw ud)7
6. Seseorang di dalam majelis hendaknya memperhatikan adab-adab sebagai ber ikut :
- Duduk dengan tenang dan sopan, tidak banyak bergerak dan duduk pada
tempatnya.
- Tidak menganyam jar i, mempermainkan jenggot atau cincinnya, banyak
menguap, memasukkan tangan ke hidung, dan sikap-sikap lainnya yang
menunjukkan ketidakhormatan kepada majelis.
- Tidak terlalu banyak berbicara, bersenda gurau ataupun berbantah-bantahan
yang sia-sia.
- Tidak berbicara dua orang saja dengan berbisik-bisik tanpa melibatkan ahli
majelis lainnya.
- Mendengarkan orang lain berbicara hingga selesai dan tidak memotong
pembicaraannya.
- Bicara yang perlu dan penting saja, tanpa perlu berputar-putar dan berbasa-basi
ke sana ke mari.
- Tidak berbicara dengan meremehkan dan tidak menghormati ahli majelis lain,
tidak merasa paling benar (ujub) dan sombong ketika berbicara.
- Menjaw ab salam ketika seseorang masuk ke majelis atau meninggalkan majelis.
- Tidak memandang ajnabiyah (w anita bukan mahram), berbasa-basi dengannya,
ataupun melanggar batas hubungan lelaki dengan w anita muslimah bukan
mahram, baik kholwat (berdua-duaan antara laki-laki dan w anita bukan mahram)
maupun ikhtilath (bercampur baur antara laki-laki dan perempuan bukan
mahram).
7. Disunnahkan membuka majelis dengan khutbatul hajah sebagaimana lafadhnya dalam
muqoddimah di aw al risalah ini, dimana Rasulullah senantiasa membacanya setiap akan
khuthbah, ceramah, baik pada pernikahan, muhadharah (ceramah) ataupun pertemuan,
dan sunnah inipun dilanjutkan oleh sahabat-sahabat lainnya dan para as-Salaf Ash-sholeh8.
8. Disunnahkan menutup majelis dengan do’a kafaratul majelis. Lafadhnya adalah sebagai
berikut :
سبحانك اللهم وبحمدك أشهد ان لا إله إلا أنت أستغفرك وآتوب إليك (حديث صحيح رواه ترمذي)
Artinya : “Maha Suci Engkau ya Allah, dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada
sesembahan yang haq disembah melainkan diri-Mu, aku memohon pengampunan-Mu dan
bertaubat kepada-Mu.” (HR. Turmudzi, Shahih). Diriw ayatkan pula oleh Turmudzi, ketika
Nabi ditanya tentang do’a tersebut, beliau menjaw ab, untuk melunturkan dosa selama di
majelis.

Senin, 30 Juli 2012

KESIBUKAN MULIA DI BULAN RAMADHAN BERSAMA DPD WI MAJENE



Dibulan suci Ramadhan yang mulia ini menjadi ajang bagi kaum Muslimin untuk meraup pahala sebanyak-banyaknya. Dibulan ini, tingkatan amalan yang kadarnya nafilah (sunnah) akan dinaikkan menjadi setara denga fardhu (wajib), dan amalan fardhu akan dilipat gandakan 70 kali lipat dibulan ini. Guna memanfaatkan momen yang fantastis ini, DPD WI Majene menjalankan dua agenda rutin harian selama di bulan Ramadhan yang insyaAllah menjadi ajang menyibukkan diri dengan Al Quran dan menjalin ukhuwah Islamiyah sesama pengurus. Agenda-agenda tersebut dilaksanakan di Masjid Nurul Quran, Lembang, Kecamatan Banggae Timur.
Agenda pertama, Liqo’ Al lughaatul Arabiyah atau Pertemuan Bahasa Arab, agenda ini dimulai setelah shalat Ashar hingga pukul 17.30. Ust. Umar Masyhude, S.PdI. menjadi instruktur dalam pertemuan ini. Peserta dari agenda ini berasal dari pengurus DPD WI Majene, dan beberapa Mahasiswa asal Majene yang kuliah  di berbagai Universitas di kota Makassar yang pulang untuk mengisi waktu liburan akhir semester. Tujuan dari agenda ini agar peserta mampu memahami dasar-dasar dalam berbahasa Arab, yang juga sangat bermanfaat untuk meningkatkan kemampuan untuk memahami dan menghafal ayat-ayat Al Quran maupun Hadits-hadits Rasulullah sallallahu ‘alaihi wa sallam.
Agenda kedua, Tadabbur Ayat-ayat pilihan, yang dimulai pada pukul 17.30 (setelah pertemuan Bahasa Arab) hingga pukul 18.00. Kembali, Ust. Umar Masyhude, S.PdI. yang membawa materi pada agenda ini, dengan diikuti oleh peserta yang sama dengan peserta pertemuan Bahasa Arab sebelumnya. Agenda ini menjadi ajang yang sangat efektif untuk menambah keimanan. Bagaimana tidak, peserta dituntut untuk mengambil hikmah disetiap ayat-ayat pilihan yang dibahas.
Selain agenda harian di atas, DPD WI Majene InsyaAllah akan mengadakan I’tikaf bersama. Agenda mulia yang dilaksanakan di sepuluh hari terakhir di bulan Ramadahan ini, telah dilaksanakan sejak 1432 H oleh DPD WI Majene.

-Majene, 31 Juli 2012.
Ibnu Syawal-

Berdakwah melalui Media



Alhamdulillahirabbil'alamin... Malam ini, malam 10 Ramadhan 1433 H. Blog Dewan Pimpinan Daerah Wahdah Islamiyah Majene telah dibuat. Semoga dengan blog ini, mampu menambah semangat juang para aktivis dakwah, dan menjadi syi'ar Islam yang haq ditengah gencarnya syi'ar-syi'ar amar mungkar...